Ciri-Ciri Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung

Ciri-Ciri Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung

Ciri-Ciri Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung

Ciri-Ciri Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung – Arteri pembuluh darah seperti pipa sepanjang tubuh yang menguras darah beroksigen dari jantung ke berbagai jaringan dan organ dalam tubuh. Pembuluh darah jantung yang sehat harus memiliki dinding dalam yang halus yang memudahkan sirkulasi darah. Tapi jika ada plak di sepanjang dinding, bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah jantung. Plak dapat terbentuk di arteri koroner, karotis, periferal, dan ginjal. Plak ini terbentuk dari penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain dalam tubuh yang akhirnya mengeras sehingga membuat penyempitan pembuluh darah jantung. Tak heran bila membatasi aliran darah beroksigen ke organ dan bagian tubuh yang membutuhkannya. Penyumbatan pembuluh darah jantung meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, penyakit arteri karotid, penyakit arteri perifer, serangan jantung, stroke, dan bahkan kematian mendadak.

Jadi sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu mengenai ciri-ciri yang muncul agar segera dapat mengatasinya sebelum terlambat dan menjadi parah. Sebagai berikut :

  1. Gangguan Pencernaan, Mual, dan Muntah
    Penyempitan pembuluh darah jantung bisa memicu gejala yang menyerupai gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, kembung, atau tersedak, serta gejala seperti maaglains lainnya. Hal ini disebabkan tidak adanya aliran darah beroksigen. Orang yang mengalami penyumbatan di arteri ginjal yang memasok darah ke ginjal juga bisa mengeluhkan mual, gangguan pencernaan ringan, sakit perut, atau muntah.
  2. Kelemahan atau Pusing
    Pusing, tiba-tiba terasa ringan kepala, merupakan pertanda penyempitan pembuluh darah sekaligus tanda peringatan adanya stroke. Pusing dengan susah payah berjalan, kehilangan keseimbangan atau koordinasi gerakan, dan sering jatuh bisa diakibatkan oleh akumulasi plak pada arteri karotid. Arteri ini memasok darah ke bagian depan otak – tempat di mana fungsi berpikir, berbicara, kepribadian, dan sensorik dan motorik diproses. Akumulasi zat lemak di arteri dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga mengurangi atau bahkan menghentikan aliran darah ke otak. Gejala pusing juga bisa disebabkan oleh rendahnya darah, masalah neurologis, anemia, hipoglikemia (gula darah rendah), infeksi telinga, sengatan panas, kelainan visual, migrain, gangguan kecemasan, dan cedera kepala.
  3. Jantung Berdebar-debar
    Saat jantungmu berdegup kencang, mungkin hatimu terasa seperti ‘balap’, terbentur keras, atau irama tidak beraturan (kadang lambat, kadang cepat). Orang sering mengeluh tentang gejala ini saat berolahraga, di bawah tekanan, atau setelah mengkonsumsi kafein atau nikotin. Bagi beberapa orang, keluhan ini bisa berakibat dari penyumbatan pembuluh darah yang memasok darah ke jantung, terutama jika disertai gejala pusing, pingsan, penglihatan kabur, nyeri dada, berkeringat, dan mual. Bahkan jantung berdebar bisa menjadi pertanda penyakit jantung yang berbahaya. Penyebab lain dari keluhan ini meliputi kelainan elektrolit tubuh, penyakit tiroid, sleep apnea, obat tertentu, gangguan katup jantung, dan anemia.
  4. Berkeringat berlebihan
    Berkeringat berlebihan, terutama di malam hari, meski udara sejuk, bisa jadi pertanda penyumbatan pembuluh darah selanjutnya.Berkeringat lebih dari biasanya bahkan saat tidak bergerak mungkin merupakan sinyal bahwa jantung Anda bekerja keras untuk memompa darah melalui pembuluh darah tersumbat. Tapi keringat berlebihan juga bisa terjadi karena stres, kegelisahan, obesitas, atau kekurangan nutrisi. Jika Anda seorang wanita berusia di atas 50 tahun, mungkin berkeringat berlebihan akibat menopause.
  5. Sulit Untuk Bernafas
    Tanda berikutnya yang harus diwaspadai adalah sesak napas. Karena adanya plak di arteri, jantung tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh, menyebabkan sesak napas atau kelelahan yang ekstrem. Sebuah studi ilmiah tahun 2005 di Cedars-Sinai Medical Center menemukan bahwa pasien dengan sesak napas memiliki risiko kematian yang lebih tinggi akibat penyakit jantung dibandingkan pasien yang tidak merasa terengah-engah, meskipun mereka merasakan gejala penyakit jantung lainnya. Namun, sesak napas mungkin hanya karena aktivitas yang berlebihan, kekurangan oksigen di tempat tinggi, anemia, infeksi pernafasan, bronkitis, dan alergi.
  6. Angina (Nyeri Dada)
    Angina, atau nyeri dada, disebabkan oleh penurunan aliran darah ke jantung akibat penyempitan pembuluh darah. Jenis nyeri dada ini disertai keluhan seperti rasa sesak, berat badan, dan tekanan di belakang tulang dada. Gejala ini biasanya dipicu oleh stres fisik dan emosional, dan cenderung bertambah parah setelah aktivitas fisik dan kemudian mereda setelah Anda beristirahat. Nyeri dada tidak selalu mengindikasikan penyumbatan pembuluh darah jantung. Dalam kasus tertentu, bisa jadi karena kejang otot, penyakit maag, infeksi saluran pernapasan bagian atas, penyakit kandung kemih, atau gangguan pencernaan.

Itulah dari penjelasan mengenai Ciri-Ciri Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat. Cari Tahu Yukk Untuk Mengobati Penyakit Jantung Serta Plak Pembuluh Darah. Silahkan Klik -> Obat penghancur plak pembuluh darah di Apotik

Baca Juga :

Obat gagal ginjal di Apotik
Obat darah tinggi di Apotik
Obat bopeng jerawat di Apotik
Obat lambung bengkak di Apotik
Obat batuk perokok berat di Apotik
Obat pengencer dahak di tenggorokan di Apotik
Obat diare bercampur darah di Apotik
Obat sakit kepala vertigo di Apotik
Obat batuk perokok berat
Obat campak jerman pada anak, dewasa dan balita di Apotik

Ciri-Ciri Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung